Setelah merenungkan refleksi saya selama satu bulan ini. Minggu terakhir
saya mengalami desolasi dan merasakan keterpisahan dari Allah. Setelah saya
pikir-pikir, hal ini disebabkan karena kecenderungan dominan saya.Kalau saya
ini seorang petarung saya adalah seorang single
fighter, dan kalau saya seorang pelari, saya adalah seorang sprinter. Saya adalah seorang pekerja
singel yang sempurna, saya senang melakukan semua pekerjaan sendirian dan semua
saya lakukan dengan cepat dan sesempurna mungkin. Ketika saya dihadapkan dengan
sebuah pekerjaan atau kondisi yang membutuhkan waktu lama dan pekerjaan
bertahap saya agak tidak tahan.
Padahal setelah saya
merenung-renungkan lagi, panggilan ini nggak
hanya bersifat personal, tetapi komunal. Ada banyak hal justru pekerjaan
yang dilakukan bersama-sama lebih penting daripada hasil yang dicapai. Seminggu
ini saya mulai belajar percaya kepada teman-teman saya, memberikan mereka
kesempatan untuk bekerja dan berkembang dalam tugasnya. Hal ini nampak pada
saat saya harus bekerja bersama teman-teman untuk rekoleksi prompang, saya
akhirnya mempercayakan hal-hal yang memang harusnya dikerjakan oleh teman-teman
saya. Saya nggak lagi memegang
semuanya sendirian, saya nggak lagi
memikul pekerjaan sendirian.
Seperti lari marathon,
panggilan ini juga harus memiliki strategi dalam mengatur kecepatan, napas, dan
yang terpenting adalah konsisten sambil menambal kelemahan saya sedikit-demi
sedikit sesuai rahmat Tuhan. Saya yang tipe sprinter
ini berusaha meng-adjust kecenderungan
dominan saya yang ingin serba cepat dalam segala pekerjaan. Faktanya saya
selalu ingin sempurna dalam segala hal, dan ketika hal itu tidak terjadi saya
menjadi sedikit frustasi dan mempertanyakan banyak hal.
Setelah saya menyadari hal
tersebut, langkah saya kembali menjadi ringan. Hal yang terpenting bagi saya
dalam bulan ini adalah kembali menginternalisasikan kehidupan sebagai seorang
calon imam lebih dalam lagi. Terutama dalam kehidupan yang tidak hanya
mengisahkan relasi saya dengan Tuhan secara personal, tetapi juga dengan
rekan-rekan saya, rekan- rekan sepanggilan saya.

0 komentar:
Posting Komentar