Setelah merenungkan refleksi saya selama satu bulan ini. Minggu terakhir saya mengalami desolasi dan merasakan keterpisahan dari Allah. Setelah saya pikir-pikir, hal ini disebabkan karena kecenderungan dominan saya.Kalau saya ini seorang petarung saya adalah seorang single fighter, dan kalau saya seorang pelari, saya adalah seorang sprinter. Saya adalah seorang pekerja singel yang sempurna, saya senang melakukan semua pekerjaan sendirian dan semua saya lakukan dengan cepat dan sesempurna mungkin. Ketika saya dihadapkan dengan sebuah pekerjaan atau kondisi yang membutuhkan waktu lama dan pekerjaan bertahap saya agak tidak tahan.

            Padahal setelah saya merenung-renungkan lagi, panggilan ini nggak hanya bersifat personal, tetapi komunal. Ada banyak hal justru pekerjaan yang dilakukan bersama-sama lebih penting daripada hasil yang dicapai. Seminggu ini saya mulai belajar percaya kepada teman-teman saya, memberikan mereka kesempatan untuk bekerja dan berkembang dalam tugasnya. Hal ini nampak pada saat saya harus bekerja bersama teman-teman untuk rekoleksi prompang, saya akhirnya mempercayakan hal-hal yang memang harusnya dikerjakan oleh teman-teman saya. Saya nggak lagi memegang semuanya sendirian, saya nggak lagi memikul pekerjaan sendirian.

            Seperti lari marathon, panggilan ini juga harus memiliki strategi dalam mengatur kecepatan, napas, dan yang terpenting adalah konsisten sambil menambal kelemahan saya sedikit-demi sedikit sesuai rahmat Tuhan. Saya yang tipe sprinter ini berusaha meng-adjust kecenderungan dominan saya yang ingin serba cepat dalam segala pekerjaan. Faktanya saya selalu ingin sempurna dalam segala hal, dan ketika hal itu tidak terjadi saya menjadi sedikit frustasi dan mempertanyakan banyak hal.


            Setelah saya menyadari hal tersebut, langkah saya kembali menjadi ringan. Hal yang terpenting bagi saya dalam bulan ini adalah kembali menginternalisasikan kehidupan sebagai seorang calon imam lebih dalam lagi. Terutama dalam kehidupan yang tidak hanya mengisahkan relasi saya dengan Tuhan secara personal, tetapi juga dengan rekan-rekan saya, rekan- rekan sepanggilan saya. 

Ia memanggil saya setiap pagi.. untuk terus mengarahkan hati saya kepada-Nya. Ia pertama-tama bukan memanggil saya untuk menjadi imam, tapi panggilannya adalah panggilan untuk mencintai-Nya. Menjadi imam adalah wujud cinta saya kepada-Nya..

 Allah memanggil saya untuk mencinta.. mencinta apa saja yang ada di sekeliling saya.. mencinta apa saja yang ada dalam diri saya juga..

Allah memanggil saya untuk meninggalkan manusia lama.. dan Ia sabar menunggu saya..

Allah memanggil saya untuk menyerahkan diri saya kepada-Nya.. dalam determinasi-Nya, saya menemukan kebebasan saya seutuhnya sebagai manusia. Menyerahkan kebebasan saya kepada-Nya, adalah sebuah penemuan kembali kebebasan hidup saya di dalam-Nya..

Allah memanggil saya untuk melihat diri saya sendiri.. Ia ingin saya melihat itu dengan cara yang baru.. melalui sudut pandang-Nya.. bukan dengan penilaian saya sendiri.

Allah mengajak saya untuk berdoa di setiap saat.. memaknai setiap pekerjaan yang saya kerjakan sebagai doa saya.. sebagai tanda cinta saya kepadanya.. kerap kali tidak sempurna, tapi panggilan lembutnya membuat saya lebih sabar terhadap diri saya sendiri akan ketidaksempurnaan saya dalam pekerjaan..

Allah memanggil saya.. Ia kadang memperlambat langkah saya agar saya dapat melihat lebih seksama... agar saya dapat berpartisipasi dan larut dalam sapaan cinta-Nya setiap detik..

Allah memanggil saya dan meminta saya untuk melihat teman-teman sekomunitas saya.. dan Ia meminta saya untuk mencintai mereka tanpa syarat...

Allah memanggil saya untuk mencintai imam-imamnya.. bukan untuk menghakimi mereka.. Ia meminta saya agar saya terus membuka diri mencinta tanpa henti.. karena cinta yang berasal dari Tuhan tidak akan pernah kehabisan dayanya..

Allah meminta saya bergembira dalam belajar.. “carilah sesuatu yang dapat engkau bagikan bagi para domba-dombaKu kelak..” kata-Nya.. tampaknya keinginan untuk mendapat nilai yang bagus berasal dari saya.. tapi kehendak-Nya melampaui itu semua.. Ia melihat jauh ke depan.. ke masa yang tidak saya bayangkan.


Allah memanggil saya, terkadang Dia hanya diam.. hanya keheningan yang menari diantara kami.. tapi saya perlahan mulai menyadari bahwa keheningan-Nya memiliki makna yang penuh dan utuh.. tidak ada pembicaraan diantara kami.. saya hanya mencoba berpartisipasi dalam hadirat-Nya.



Ini adalah posting lanjutan dari posting saya sebelumnya mengenai pornografi.

Ada satu hal penting yang harus dilakukan agar anda benar-benar terbebas dari jeratan pornografi,

Memang hal yang saya bicarakan sebelumnya menggunakan akal budi manusia, tapi ada yang perlu saudara lakukan lebih dari itu semua, hal yan melampaui akal budi kita sebagai manusia, banyak sekali hamba2 Tuhan jatuh dalam dosa sex, dan yang perlu anda ketahui, setiap kejatuhan anda dan saya, dapat Tuhan gunakan sebagai pekerja2 di ladangNya..

Percayalah bahwa anda tengah disiapkan Tuhan untuk melakukan ambil bagian dari Kerajaan Allah.. =)




Otak kita tak akan bisa menampung dan memikirkan semua kemuliaan Allah yang tiada batasnya.. bagikan seorang bocah yang berusaha memasukan seluruh air di laut ke dalam lubang yang ia buat..

Ketika saya berusaha mempelajari cara kerja otak kita, saya merasa masih ada satu lubang besar yang saya luputkan, sebuah hal yang sangat mendasar dalam hubungan saya dengan Tuhan, sesuatu yang jauh lebih complicated dari otak kita...



Tuhan Tolong saya! (Segera)

          Pada hari Sabtu sampai dengan Minggu ini saya mengisi salah satu acara Tangerang Youth Day. Pengalaman ini sangat menarik karena saya dapat melihat generasi muda Gereja, semangat dan daya gerak mereka yang luar biasa. Saya mengikuti acara tersebut bersama dua rekan saya, Fr. Camel dan Fr. Patrick.

          Saya mendapatkan berbagai macam pengalaman yang menarik, mulai dari perjumpaan dengan orang muda, sharing pengalaman, dinamika acara dan lain sebagainya. Namun, bagi saya ada satu momen yang menguatkan saya akan penyertaan Tuhan dalam hidup umat-Nya. Pengalaman itu adalah “sakit vertigo saya kambuh” ketika saya berada di Tangerang Youth Day (TYD).

          Saya memiliki riwayat sakit vertigo berulang, hal ini dimulai sejak (baca: karena) saya jaga UGD 24 jam. Tidak jarang kala itu saya sering memaksakan kondisi tubuh saya, tidak tidur, tidak makan, dan selama 24 jam melayani pasien sampai keesokan harinya disambung dengan rapat pengurus ini dan itu. Pada malam kedua di TYD saya mengalami vertigo. Kalau saya telusuri ternyata memang dalam dua hari belakangan saya tidak mendapat kualitas tidur yang baik karena satu dan lain hal termasuk menyelesaikan konsep acara yang akan kami bawakan di TYD. Ketika pagi hari (hari minggu) saya merasakan pusing berputar sehingga tidak dapat bangun, padahal hari itu adalah hari terakhir dan akan ada misa penutup.

          Fr. Camel dan Fr. Patrick mengatakan saya tidak usah memaksakan diri dan tidur saja di kamar. Mereka sarapan terlebih dahulu dan saya masih mencoba bangun dan mengendalikan vertigo saya. Saya mencoba untuk mandi, namun tidak kuat. Beberapa saat kemudian pusing berputarnya semakin kencang sehingga membuat saya muntah-muntah. Dalam kondisi tersebut saya memohon kepada Tuhan agar saya dapat segera sembuh. Pada satu titik, saya menyadari bahwa ini adalah kesempatan saya untuk mempersatukan penderitaan yang saya alami dengan penderitaan Kristus demi keselamatan jiwa-jiwa para anak muda khususnya di Tangerang. Setelah saya berdoa penyerahan dan penyatuan penderitaan saya yang sedikit ini, saya memohon agar Tuhan menyembuhkan saya segera dan saya dapat ikut serta dalam perayaan Ekaristi.

          Setelah saya berdoa, saya berharap ada mujizat sentuhan Tuhan secara langsung dan segera. Saya membayangkan kepala saya akan menjadi hangat dan vertigo saya hilang, namun hal itu tidak terjadi. Saya berpikir apakah Tuhan tidak mengabulkan doa saya, padahal saya ingin ikut Ekaristi. Mengapa tidak terjadi mujizat kesembuhan? Saya hampir menyerah dengan vertigo saya yang semakin menjadi-jadi. Sampai pada akhirnya Fr. Camel datang dan mengatakan bahwa tim P3K memiliki obat vertigo dan membawakannya untuk saya. Seketika itu hati saya melonjak kegirangan, dengan penuh rasa syukur saya segera meminum obat, dan setelah beberapa saat saya dapat mengikuti Ekaristi.

          Kejadian itu menyadarkan saya bahwa terkadang, bahkan kerap kali, Tuhan bekerja dengan cara yang tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Atau lebih tepatnya pikiran saya yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan pikirkan. Kerap kali saya ingin Tuhan membantu saya secara langsung dan dengan cara yang ajaib. Namun ternyata, Tuhan bekerja melalui diri sesama saya, dengan cara yang sangat biasa dan wajar. Tuhan tampaknya ingin mengajarkan saya bahwa Ia bekerja melalui manusia-manusia di sekitar saya.


          Lebih jauh lagi, peristiwa vertigo ini membuat saya semakin sadar bahwa mewujudkan kerajaan Allah di dunia ini tidak melalui proses yang instant, tidak harus melalui hal-hal yang luar biasa dan menggemparkan. Namun tampaknya lebih banyak melalui hal-hal yang tampaknya sangat manusiawi. Manusia harus mampu bekerja sama dengan gerakan Roh Allah yang ada dalam dirinya. Di satu sisi saya semakin terbuka bahwa pertolongan Allah ada dalam diri orang-orang di sekitar saya, di sisi yang lain saya juga berharap agar mampu menjadi tanda kehadiran Allah bagi orang-orang di sekitar saya.

selamat pagi, siang , sore, saudara saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

hari ini saya ingin membagikan sesuatu tentang permenungan saya selama kurang lebih 5 tahun sejak saya mulai menulis blog ini,

posting saya yang pertama berkisah tentang bagaimana lepas dari jeratan pornografi dan ternyata posting tersebut memiliki respon yang paling banyak dari semua tulisan yang saya post di blog ini. oleh karena itu saya ingin membagikan beberapa hal yang dapat membantu anda memaknai kehidupan lebih dalam lagi.. dan pastinya salah satu hal yang akan anda tinggalkan adalah kehidupan anda yang masih melibatkan pornografi sebagai bagian dari kehidupan anda.

saya seorang Katolik, dan sebagai seorang Katolik saya percaya akan adanya pemurnian dalam hidup, baik itu kehidupan saat ini dan kehidupan setelah saat ini (kematian).
selama hidup saya percaya, setiap hal yang terjadi adalah baik adanya, dan kalau kita amati lebih dalam semuanya berperan dalam pemurnian diri kita agar semakin layak menyambut Dia dalam akhir kehidupan kita di dunia ini.

teman-teman.. yang mau saya sampaikan di sini adalah KEHIDUPAN ADALAH BAGIAN DARI PEMURNIAN (api penyucian/pulgatory)

kehidupan yang kita jalani ini amat sangat fana dan semu, mungkin ada sedikit dari kesadaran anda berkata "mengapa hari begitu cepat berlalu". kehidupan kita sangat semu dan akan sangat sia-sia apabila kita tidak memanfaatkan kehidupan ini untuk mencapai sesuatu yang sifatnya kekal.. yaitu kehidupan kita setelah kematian..

ANDA HANYA AKAN MENEMUKAN CINTA YANG SEBENARNYA PADA SAAT ANDA MELEPASKAN SEMUANYA YANG ANDA CINTA DI DUNIA INI HANYA UNTUK CINTA YANG SEBENARNYA YANG ANDA CARI.

sebuah analogi yang tidak mudah, anda harus melepaskan semuanya di dunia ini untuk mendapatkan SEMUAnya yang anda butuhkan.

melepaskan bukan berarti anda menjual semua barang yang anda miliki, dan hanya berdiam diri sambil menunggu SANG CINTA datang kepada anda.

melepaskan berarti anda melakukan setiap hal yang anda kerjakan hanya untuk SANG CINTA

melepaskan berarti anda tidak lagi kuatir akan berat badan anda, jerawat di muka anda, atau selulit di paha anda,.. karena anda tahu bahwa itu bukanlah hal yang penting untuk anda berikan perhatian terus menerus, sementara anda melupakan bahwa anda ada di dunia ini UNTUK SUATU TUJUAN YANG BEGITU BESAR.

anda ada di dunia ini karena suatu alasan..
Tuhan mengizinkan anda ada di dunia ini untuk suatu tujuan..

dan setiap dari kita memiliki peran dan fungsi yang mulia dan unik..

kalau anda seorang dokter.. anda diajak untuk membawa kekudusan pada saat anda memeriksa pasien anda
kalau anda seorang manajer.. anda diajak untuk membawa kekudusan dan kemuliaan Tuhan di tempat anda bekerja

kalau anda seorang pelajar.. anda dibawa untuk memberikan semua yang anda bisa dalam belajar untuk kemuliaan Tuhan,,

kalau anda seorang orang tua dari anak-anak anda, anda diajak untuk mendidik dan mencintai dengan benar anak anda dengan kasih yang Tuhan berikan kepada anda..

sulit?
Bunda Maria dalam penampakan di Fatima memberikan bekal ini untuk anda :

1. doa Rosario
2. mengikuti Ekaristi sesering mungkin
3. Sakramen pengakuan dosa MINIMAL 2 x dalam 1 tahun
4. membaca Kitab Suci dengan rutin
5. Berpuasa.

itu adalah senjata yang diberikan Bunda Maria untuk menjalani masa pemurnian kita di dunia ini.. tidak mudah.. tetapi bukanlah hal yang mustahil..

mari memaknai hidup ini lebih dalam.. perlahan.. ikuti prosesnya.. dan terimalah diri anda apa adanya.. dengan bantuan Bunda Maria.. anda akan semakin menyerupai Kristus Yesus Sang Putra dalam membawa kedamaian di dunia ini..

Tuhan Memberkati..

Kalau kamu mencari sebuah cara2 untuk berhenti dari masturbasi, mungkin kamu salah ruang..hehehe. Karna saya tidak akan memberikan cara tersebut disini..tapi saya hendak menceritakan (kembali) sebuah "rahasia" kebenaran yang ada di dunia ini.

Sebenernya sih ini bukan sebuah rahasia..seharusnya anda dan saya mengerti tentang hal ini..

YESUS LOVES YOU AND HE DIED FOR YOU....



mari berdoa bersama..


Yesus..saat ini kami ingin menghadap Engkau Tuhan, untuk mengucap syukur atas berkat dan rahmatMu yang tak terkira bagi kami.. kami bersyukur karena Engkau mengasihi dan merawat kami anak2Mu...saat ini kami ingin membawa segala kelemahan kami Bapa...kami ingin menyerahkan pertempuran kami kepadaMu..kami tidak akan menggunakan kekuatan kami sendiri..tapi mulai saat ini kami akan menyerahkan semua kelemahan kami di dalamMu Bapa..kami percaya, dan kami tidak akan membatasi kuasaMu Tuhan..saat ini..dalam Nama Yesus Tuhan dan Pengantara kami...kami nyatakan bahwa diri kami bebas dari ikatan roh kenajizan..roh percabulan dan roh pornografi...oleh Kuasa DarahMu..kami telah bebas, dan mereka tidak akan pernah memiliki kuasa atas diri kami lagi...semoga namaMu semakin dipermuliakan di atas bumi dan di surga..Kemuliaan kepada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad Amin....


:)



Maraknya perceraian belakang ini membuat keprihatinan saya sebagai orang kristiani tergugah. Saya sangat menyayangkan suatu pernikahan yang kudus berakhir dengan penyelesaian yang tidak baik, saya berharap posting kali ini dapat membawa berkat bagi setiap anggota keluarga di Indonesia, dan saya rasa akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara yang hendak membangun sebuah bahtera rumah tangga

Pastor tua itu masih belum bisa memahami mengapa seorang suami tega-teganya memukul kepala isterinya dengan kayu. Hal itu ia ketahui ketika sang isteri mengadu masalah itu kepada pastor.” Ini pastor, jidat saya benjol-benjol. Pipi juga memar : darah masih mengucur dari bibirku ini”. Pastor yang baru dari kembali dari kunjungan orang sakit itu memperhatikan wajah wanita separuh baya tersebut. “bagaimana mungkin suami mu begitu kejam sampai-sampai membuat wajahmu begitu tidak karuan?”

Pastor kemudian mendatangi rumah keluarga yang bermasalah tersebut. Keduanya dihadapkan. Setelah berbicara agak lama. Pastor kemudian mengancam sang suami. “awas, kalau engkau memukul isterimu lagi, saya akan menghajar engkau dengan tangan kosongku ini”. Sebelum meninggalkan ruang tamu, pastor masih sempat mendengar kata-kata sang suami . “dengar kata pastor tadi?memukul dengan kayu tidak boleh; tetapi memukul dengan tangan kosong boleh “. Perselisihan dalam keluarga dari dengan kata-kata sampai dengan kekerasan merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Akibatnya suasana dalam keluarga tidak tenteram. Masa depan terganggu. Hal ini sering sering akibat dari pandangan keliru mengenai bagaimana membina keluarga secara baik. Sejumlah kesalahan itu sering idak disadari.

Majalah “Readers Digest” dalam salah satu edisinya menurunkan beberapa pandangan keliru yang akhirnya menghancurkan keluarga. Apa sajakah pandangan tersebut?

1. Ada pandangan yang menghendaki pasangan lebih memperhatikan kualitas waktu dari pada kuantitas dalam berkomunikasi. Anggapan ini keliru. Menurut penelitian Nick Stinnet dari Departemen Pembangunan Manusia dan Keluarga pada Universitas Nebraska, ia menemukan 90% perkawinan langgeng karena pasangan menggunakan banyak sekali waktu untuk bersama. Sedangkan dari pasutri yang bercerai, sebagian besar biasanya menggunakan waktu pas-pasan untuk bersama.


2. Ada pandangan kemarahan sebaiknya dipendam agar tidak mengganggu hubungan dalam keluarga. Cagred Broderick professor sosiologi pada Universitas California Selatan malah menganjurkan agar kemarahan diungkapkan, dianalis, dan diselesaikan. Kemarahan dapat bekerja sebagai smoke detector. Alat ini dapat membantu anda agar mengambil tindakan yang tepat. Seorang konselor keluarga menceritakan pengalaman seorang wanita yang sangat sulit menahan emosinya. Bila suaminya dianggap bersalah atau melakukan tindakan yang tidak menyenangkan ia langsung menyemprot dengan kata-kata yang menyakitkan. Sudah dapat dibayangkan, akan timbul perang terbuka yang membuat peralatan pecah belah berkurang jumlahnya satu persatu. Untuk mengatasi masalah ini, ia mendatangi seorang psikolog yang sekaligus konselor keluarga. Oleh konselor itu yang juga seorang imam, ia diberi sebotol air. “ini adalah obat penangkal emosimu; cara menggunakannya ialah, bila emosi ibu menjadi-jadi, teguklah air ini dan biarkanlah air itu berada di mulut; jangan ditelan, sampai kemarahan redam”. Ibu itu mencoba dan berhasil. Selama meneguk air itu dan membiarkannya di dalam mulutnya, tidak terjadi lagi keributan dalam rumah baik dengan suami maupun dengan anak-anak. Ia kembali ke pastor dan mengucapkan terimakasih. Oleh pastor ia mendapat penjelasan bahwa air yang diberikannya hanyalah air minum biasa. Khasiatnya adalah, dengan menahan air dalam mulut, seseorang tidak dapat mendapat kesempatan untuk berbicara atau mengucapkan kata-kata yang meledak-ledak karena kemarahannya itu. Ini adalah salah satu cara mengendalikan kemarahan dalam keluarga.


3. Pandangan ketiga,”orang yang berbahagia dalam perkawinan tak pernah mencurahkan masalah pribadi pada pasangannya” . hal ini keliru, terbukti dari penelitian David Mace, seorang konselor keluarga. Ia pernah mengadakan penelitian dan dari sekian banyak data, ia tertarik pada masalah-masalah pribadi dalam keluarga. Terdapat 85% pasangan suami isteri yang biasanya menahan permasalahan dalam hatinya dan tidak mau menceritakan kepada pasangannya mengalami keretakan dalam rumah tangganya. Masalah-masalah yang sering disimpan di dalam hati ialah keuangan, kesehatan, kegoncangan jiwa, pekerjaan, dan perasaan tidak seimbang. Mereka tidak mau menceritakan hal itu karena takut melukai perasaan pasangannya. “sebenarnya bila pasangan anda mengetahui masalah itu,akan muncul suatu perasaan dari pasangan bahwa anda membutuhkan dia”, kata David. Dengan demikian,janganlah segan-segan menceritakan masalah pribadi pada pasangan anda. Seorang wartawan senior menceritakan pengalamannya bagaimana ia menyampaikan masalah yang ia hadapi di kantor. Ia diberhentikan dari tempat kerjanya dan sebagai imbalan, ia mendapat pesangon. Tapi ia tidak berani menceritakan kasusnya kepada isterinya menjadi stress. Karena itu, ia mengajak isterinya berziarah ke suatu tempat dan di depan gua Maria, ia baru menyampaikan masalahnya. Dan mereka kemudian menyerahkan masa depan mereka kehadapan Tuhan Yesus dengan perantaraan Bunda Maria. Kini ia mendapat kedudukan yang layak di sebuah surat kabar besar di ibu kota dan dapat melanjutkan kelanggengan keluarga bersama isterinya.


4. Pandangan yang terakhir ini adalah yang paling parah, menurut pandangan ini, bila semua upaya sudah diupayakan dan tetap tidak berhasil, maka satu-satunya jalan ialah bercerai. Jalan semacam ini adalah sebuah kesalahan besar. Ada beberapa pemikiran bahwa setelah bercerai dan menikah lagi, maka pernikahan yang kedua berlangsung dengan sukses.itu adalah pandangan yang sama sekali salah. Perceraian bukanlah jalan keluar, tapi malah menambahkan masalah baru. Luka batin yang ditimbulkan akan membuat kepaitan berkepanjangan yang sangat sulit disembuhkan. Mari dengan bantuan rahmat Roh Kudus mohon hikmat dalam setiap permasalahan yang ada. Kita kembalikan semua permasalahan kepada Tuhan, karena saya sangat yakin, apabila Bapa di surga mempercayakan suatu masalah kepada kita, sudah ada penyelesaiannya dan dengan bantuan Rahmat dan Kasih KaruniaNya saya percaya tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu saya sangat menyarankan setiap sahabat-sahabat saya yang sedang menjalani suatu hubungan lawan jenis benar-benar mengenal satu sama lain dan dibimbing Roh Kudus dalam proses ke arah perkawinan, apabila saudara-saudara saat ini sudah mengarungi bahtera rumah tangga, saya ajak anda untuk berdoa dan berserah secara PENUH kepada Allah Bapa di surga, agar kemudi bahtera kita kembalikan kepadaNya dan biarlah Bapa yang menuntun langkah rumah tangga kita kedepannya. Tiada yang mustahil bagi orang percaya, karena Roh Allah turut bekerja.

Tuhan Yesus memberkati..

”Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya”

Mazmur 19:2

Mengenai Saya

Foto saya
Facebook : albertusadiwenanto@gmail.com

About this blog

Anda dan blog ini adalah sebuah jawaban doa kami kepada Tuhan,.

Saya begitu mengerti bagaimana rasanya jatuh bangun dalam mencari Tuhan, dan sampai saat ini pun saya masih belajar dan terus belajar, karena saya percaya tidak ada satu pun manusia yang sepurna di dunia ini, yang bisa kita lakukan hanyalah belajar dan terus belajar untuk semakin menyerupai Dia.

Yang saya tau Tuhan sangat mengasihi anda dan saya, semoga saya diberi hati seperti HatiNya yang sangat merindukan anda kembali kepadaNya, kembali berjalan bersamaNya.

pada post yang pertama saya bercerita mengenai bagaimana caranya dapat terlepas dari pornografi, banyak sekali penjelasan secara rohani..tapi saya mencoba mengambil dari sisi logika dan ilmu pengetahuan manusia, karena menurut saya walaupun perkara rohani dan Tuhan bagaikan lautan yang luas,dan otak kita hanyalah seperti gelas yang tidak mungkin menampung seluruh pengetahuan yang ada, tetapi setidaknya biarlah air yang saya tampung dalam gelas yang sudah Tuhan berikan kepada saya dapat saya bagikan kepada teman-teman sekalian..

Memang tidaklah mungkin saya menjelaskan segala hal ataupun misteri alam roh dengan ilmu dan logika manusia saya yang sangat amat terbatas, oleh karena itu setiap akhir post, saya selalu mengajak anda untuk berdoa agar setiap post yang telah teman-teman baca dapat menjadi berkat tersendiri dalam hidup teman-teman

dan saya selalu menawarkan untuk setiap teman-teman apabila ingin didoakan secara pribadi dapat mengirim email ke albertusadiwenanto@gmail.com

kami dengan senang hati akan membantu dalam doa dan semoga setiap doa yang kita ucapkan dari hati yang benar dapat menunjukan setiap kerinduan Tuhan dihidup teman-teman.

Sekian pengantar dari saya, Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria melindungi, Roh Kudus menyertai..

=)

mazmur 40 : 5

Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan