
Ini adalah posting lanjutan dari posting saya sebelumnya mengenai pornografi.
Ada satu hal penting yang harus dilakukan agar anda benar-benar terbebas dari jeratan pornografi,
Memang hal yang saya bicarakan sebelumnya menggunakan akal budi manusia, tapi ada yang perlu saudara lakukan lebih dari itu semua, hal yan melampaui akal budi kita sebagai manusia, banyak sekali hamba2 Tuhan jatuh dalam dosa sex, dan yang perlu anda ketahui, setiap kejatuhan anda dan saya, dapat Tuhan gunakan sebagai pekerja2 di ladangNya..
Percayalah bahwa anda tengah disiapkan Tuhan untuk melakukan ambil bagian dari Kerajaan Allah.. =)

Otak kita tak akan bisa menampung dan memikirkan semua kemuliaan Allah yang tiada batasnya.. bagikan seorang bocah yang berusaha memasukan seluruh air di laut ke dalam lubang yang ia buat..
Ketika saya berusaha mempelajari cara kerja otak kita, saya merasa masih ada satu lubang besar yang saya luputkan, sebuah hal yang sangat mendasar dalam hubungan saya dengan Tuhan, sesuatu yang jauh lebih complicated dari otak kita...

selamat pagi, siang , sore, saudara saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
hari ini saya ingin membagikan sesuatu tentang permenungan saya selama kurang lebih 5 tahun sejak saya mulai menulis blog ini,
posting saya yang pertama berkisah tentang bagaimana lepas dari jeratan pornografi dan ternyata posting tersebut memiliki respon yang paling banyak dari semua tulisan yang saya post di blog ini. oleh karena itu saya ingin membagikan beberapa hal yang dapat membantu anda memaknai kehidupan lebih dalam lagi.. dan pastinya salah satu hal yang akan anda tinggalkan adalah kehidupan anda yang masih melibatkan pornografi sebagai bagian dari kehidupan anda.
saya seorang Katolik, dan sebagai seorang Katolik saya percaya akan adanya pemurnian dalam hidup, baik itu kehidupan saat ini dan kehidupan setelah saat ini (kematian).
selama hidup saya percaya, setiap hal yang terjadi adalah baik adanya, dan kalau kita amati lebih dalam semuanya berperan dalam pemurnian diri kita agar semakin layak menyambut Dia dalam akhir kehidupan kita di dunia ini.
teman-teman.. yang mau saya sampaikan di sini adalah KEHIDUPAN ADALAH BAGIAN DARI PEMURNIAN (api penyucian/pulgatory)
kehidupan yang kita jalani ini amat sangat fana dan semu, mungkin ada sedikit dari kesadaran anda berkata "mengapa hari begitu cepat berlalu". kehidupan kita sangat semu dan akan sangat sia-sia apabila kita tidak memanfaatkan kehidupan ini untuk mencapai sesuatu yang sifatnya kekal.. yaitu kehidupan kita setelah kematian..
ANDA HANYA AKAN MENEMUKAN CINTA YANG SEBENARNYA PADA SAAT ANDA MELEPASKAN SEMUANYA YANG ANDA CINTA DI DUNIA INI HANYA UNTUK CINTA YANG SEBENARNYA YANG ANDA CARI.
sebuah analogi yang tidak mudah, anda harus melepaskan semuanya di dunia ini untuk mendapatkan SEMUAnya yang anda butuhkan.
melepaskan bukan berarti anda menjual semua barang yang anda miliki, dan hanya berdiam diri sambil menunggu SANG CINTA datang kepada anda.
melepaskan berarti anda melakukan setiap hal yang anda kerjakan hanya untuk SANG CINTA
melepaskan berarti anda tidak lagi kuatir akan berat badan anda, jerawat di muka anda, atau selulit di paha anda,.. karena anda tahu bahwa itu bukanlah hal yang penting untuk anda berikan perhatian terus menerus, sementara anda melupakan bahwa anda ada di dunia ini UNTUK SUATU TUJUAN YANG BEGITU BESAR.
anda ada di dunia ini karena suatu alasan..
Tuhan mengizinkan anda ada di dunia ini untuk suatu tujuan..
dan setiap dari kita memiliki peran dan fungsi yang mulia dan unik..
kalau anda seorang dokter.. anda diajak untuk membawa kekudusan pada saat anda memeriksa pasien anda
kalau anda seorang manajer.. anda diajak untuk membawa kekudusan dan kemuliaan Tuhan di tempat anda bekerja
kalau anda seorang pelajar.. anda dibawa untuk memberikan semua yang anda bisa dalam belajar untuk kemuliaan Tuhan,,
kalau anda seorang orang tua dari anak-anak anda, anda diajak untuk mendidik dan mencintai dengan benar anak anda dengan kasih yang Tuhan berikan kepada anda..
sulit?
Bunda Maria dalam penampakan di Fatima memberikan bekal ini untuk anda :
1. doa Rosario
2. mengikuti Ekaristi sesering mungkin
3. Sakramen pengakuan dosa MINIMAL 2 x dalam 1 tahun
4. membaca Kitab Suci dengan rutin
5. Berpuasa.
itu adalah senjata yang diberikan Bunda Maria untuk menjalani masa pemurnian kita di dunia ini.. tidak mudah.. tetapi bukanlah hal yang mustahil..
mari memaknai hidup ini lebih dalam.. perlahan.. ikuti prosesnya.. dan terimalah diri anda apa adanya.. dengan bantuan Bunda Maria.. anda akan semakin menyerupai Kristus Yesus Sang Putra dalam membawa kedamaian di dunia ini..
Tuhan Memberkati..
Kalau kamu mencari sebuah cara2 untuk berhenti dari masturbasi, mungkin kamu salah ruang..hehehe. Karna saya tidak akan memberikan cara tersebut disini..tapi saya hendak menceritakan (kembali) sebuah "rahasia" kebenaran yang ada di dunia ini.
Sebenernya sih ini bukan sebuah rahasia..seharusnya anda dan saya mengerti tentang hal ini..
YESUS LOVES YOU AND HE DIED FOR YOU....
mari berdoa bersama..
Yesus..saat ini kami ingin menghadap Engkau Tuhan, untuk mengucap syukur atas berkat dan rahmatMu yang tak terkira bagi kami.. kami bersyukur karena Engkau mengasihi dan merawat kami anak2Mu...saat ini kami ingin membawa segala kelemahan kami Bapa...kami ingin menyerahkan pertempuran kami kepadaMu..kami tidak akan menggunakan kekuatan kami sendiri..tapi mulai saat ini kami akan menyerahkan semua kelemahan kami di dalamMu Bapa..kami percaya, dan kami tidak akan membatasi kuasaMu Tuhan..saat ini..dalam Nama Yesus Tuhan dan Pengantara kami...kami nyatakan bahwa diri kami bebas dari ikatan roh kenajizan..roh percabulan dan roh pornografi...oleh Kuasa DarahMu..kami telah bebas, dan mereka tidak akan pernah memiliki kuasa atas diri kami lagi...semoga namaMu semakin dipermuliakan di atas bumi dan di surga..Kemuliaan kepada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad Amin....
:)
Maraknya perceraian belakang ini membuat keprihatinan saya sebagai orang kristiani tergugah. Saya sangat menyayangkan suatu pernikahan yang kudus berakhir dengan penyelesaian yang tidak baik, saya berharap posting kali ini dapat membawa berkat bagi setiap anggota keluarga di Indonesia, dan saya rasa akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara yang hendak membangun sebuah bahtera rumah tangga
Pastor tua itu masih belum bisa memahami mengapa seorang suami tega-teganya memukul kepala isterinya dengan kayu. Hal itu ia ketahui ketika sang isteri mengadu masalah itu kepada pastor.” Ini pastor, jidat saya benjol-benjol. Pipi juga memar : darah masih mengucur dari bibirku ini”. Pastor yang baru dari kembali dari kunjungan orang sakit itu memperhatikan wajah wanita separuh baya tersebut. “bagaimana mungkin suami mu begitu kejam sampai-sampai membuat wajahmu begitu tidak karuan?”
Pastor kemudian mendatangi rumah keluarga yang bermasalah tersebut. Keduanya dihadapkan. Setelah berbicara agak lama. Pastor kemudian mengancam sang suami. “awas, kalau engkau memukul isterimu lagi, saya akan menghajar engkau dengan tangan kosongku ini”. Sebelum meninggalkan ruang tamu, pastor masih sempat mendengar kata-kata sang suami . “dengar kata pastor tadi?memukul dengan kayu tidak boleh; tetapi memukul dengan tangan kosong boleh “. Perselisihan dalam keluarga dari dengan kata-kata sampai dengan kekerasan merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Akibatnya suasana dalam keluarga tidak tenteram. Masa depan terganggu. Hal ini sering sering akibat dari pandangan keliru mengenai bagaimana membina keluarga secara baik. Sejumlah kesalahan itu sering idak disadari.
Majalah “Readers Digest” dalam salah satu edisinya menurunkan beberapa pandangan keliru yang akhirnya menghancurkan keluarga. Apa sajakah pandangan tersebut?
1. Ada pandangan yang menghendaki pasangan lebih memperhatikan kualitas waktu dari pada kuantitas dalam berkomunikasi. Anggapan ini keliru. Menurut penelitian Nick Stinnet dari Departemen Pembangunan Manusia dan Keluarga pada Universitas Nebraska, ia menemukan 90% perkawinan langgeng karena pasangan menggunakan banyak sekali waktu untuk bersama. Sedangkan dari pasutri yang bercerai, sebagian besar biasanya menggunakan waktu pas-pasan untuk bersama.
2. Ada pandangan kemarahan sebaiknya dipendam agar tidak mengganggu hubungan dalam keluarga. Cagred Broderick professor sosiologi pada Universitas California Selatan malah menganjurkan agar kemarahan diungkapkan, dianalis, dan diselesaikan. Kemarahan dapat bekerja sebagai smoke detector. Alat ini dapat membantu anda agar mengambil tindakan yang tepat. Seorang konselor keluarga menceritakan pengalaman seorang wanita yang sangat sulit menahan emosinya. Bila suaminya dianggap bersalah atau melakukan tindakan yang tidak menyenangkan ia langsung menyemprot dengan kata-kata yang menyakitkan. Sudah dapat dibayangkan, akan timbul perang terbuka yang membuat peralatan pecah belah berkurang jumlahnya satu persatu. Untuk mengatasi masalah ini, ia mendatangi seorang psikolog yang sekaligus konselor keluarga. Oleh konselor itu yang juga seorang imam, ia diberi sebotol air. “ini adalah obat penangkal emosimu; cara menggunakannya ialah, bila emosi ibu menjadi-jadi, teguklah air ini dan biarkanlah air itu berada di mulut; jangan ditelan, sampai kemarahan redam”. Ibu itu mencoba dan berhasil. Selama meneguk air itu dan membiarkannya di dalam mulutnya, tidak terjadi lagi keributan dalam rumah baik dengan suami maupun dengan anak-anak. Ia kembali ke pastor dan mengucapkan terimakasih. Oleh pastor ia mendapat penjelasan bahwa air yang diberikannya hanyalah air minum biasa. Khasiatnya adalah, dengan menahan air dalam mulut, seseorang tidak dapat mendapat kesempatan untuk berbicara atau mengucapkan kata-kata yang meledak-ledak karena kemarahannya itu. Ini adalah salah satu cara mengendalikan kemarahan dalam keluarga.
3. Pandangan ketiga,”orang yang berbahagia dalam perkawinan tak pernah mencurahkan masalah pribadi pada pasangannya” . hal ini keliru, terbukti dari penelitian David Mace, seorang konselor keluarga. Ia pernah mengadakan penelitian dan dari sekian banyak data, ia tertarik pada masalah-masalah pribadi dalam keluarga. Terdapat 85% pasangan suami isteri yang biasanya menahan permasalahan dalam hatinya dan tidak mau menceritakan kepada pasangannya mengalami keretakan dalam rumah tangganya. Masalah-masalah yang sering disimpan di dalam hati ialah keuangan, kesehatan, kegoncangan jiwa, pekerjaan, dan perasaan tidak seimbang. Mereka tidak mau menceritakan hal itu karena takut melukai perasaan pasangannya. “sebenarnya bila pasangan anda mengetahui masalah itu,akan muncul suatu perasaan dari pasangan bahwa anda membutuhkan dia”, kata David. Dengan demikian,janganlah segan-segan menceritakan masalah pribadi pada pasangan anda. Seorang wartawan senior menceritakan pengalamannya bagaimana ia menyampaikan masalah yang ia hadapi di kantor. Ia diberhentikan dari tempat kerjanya dan sebagai imbalan, ia mendapat pesangon. Tapi ia tidak berani menceritakan kasusnya kepada isterinya menjadi stress. Karena itu, ia mengajak isterinya berziarah ke suatu tempat dan di depan gua Maria, ia baru menyampaikan masalahnya. Dan mereka kemudian menyerahkan masa depan mereka kehadapan Tuhan Yesus dengan perantaraan Bunda Maria. Kini ia mendapat kedudukan yang layak di sebuah surat kabar besar di ibu kota dan dapat melanjutkan kelanggengan keluarga bersama isterinya.
4. Pandangan yang terakhir ini adalah yang paling parah, menurut pandangan ini, bila semua upaya sudah diupayakan dan tetap tidak berhasil, maka satu-satunya jalan ialah bercerai. Jalan semacam ini adalah sebuah kesalahan besar. Ada beberapa pemikiran bahwa setelah bercerai dan menikah lagi, maka pernikahan yang kedua berlangsung dengan sukses.itu adalah pandangan yang sama sekali salah. Perceraian bukanlah jalan keluar, tapi malah menambahkan masalah baru. Luka batin yang ditimbulkan akan membuat kepaitan berkepanjangan yang sangat sulit disembuhkan. Mari dengan bantuan rahmat Roh Kudus mohon hikmat dalam setiap permasalahan yang ada. Kita kembalikan semua permasalahan kepada Tuhan, karena saya sangat yakin, apabila Bapa di surga mempercayakan suatu masalah kepada kita, sudah ada penyelesaiannya dan dengan bantuan Rahmat dan Kasih KaruniaNya saya percaya tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik.
Oleh karena itu saya sangat menyarankan setiap sahabat-sahabat saya yang sedang menjalani suatu hubungan lawan jenis benar-benar mengenal satu sama lain dan dibimbing Roh Kudus dalam proses ke arah perkawinan, apabila saudara-saudara saat ini sudah mengarungi bahtera rumah tangga, saya ajak anda untuk berdoa dan berserah secara PENUH kepada Allah Bapa di surga, agar kemudi bahtera kita kembalikan kepadaNya dan biarlah Bapa yang menuntun langkah rumah tangga kita kedepannya. Tiada yang mustahil bagi orang percaya, karena Roh Allah turut bekerja.
Tuhan Yesus memberkati..
”Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya”
Mazmur 19:2

